Tuesday, December 05, 2006

The Miraculous Journey of Edward Tulane


Judul : The Miraculous Journey of Edward Tulane (Perjalanan Ajaib Edward Tulane)
Pengarang : Kate DiCamillo (c) 2006
Penerjemah : Dini Pandia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, November 2006
Tebal : 208 halaman; 20,5 x 17,5 cm

Edward Tulane adalah boneka kelinci dari porselen. Boneka yang sangat bagus dan halus, hasil karya pembuat boneka dari Perancis. Edward diberikan kepada Abilene, seorang gadis kecil, sebagai hadiah ulang tahun oleh neneknya, Pellegrina.

Edward sangat beruntung tinggal di Egypt Street bersama Abilene. Dia sangat disayang oleh gadis kecil itu, diberikan banyak baju dan topi yang bagus, dan selalu mendapat tempat duduk yang bagus juga. Hanya saja, Edward menerima semua itu begitu saja, take it for granted. Dia malas mendengarkan pembicaraan manusia disekitarnya, dan dia sering tersinggung jika seseorang menyebutnya boneka atau benda.

Suat malam, Pellegrina menceritakan kisah aneh tentang seorang putri yang tak punya cinta, yang berakhir sangat menyedihkan. Entah mengapa Edward merasa seram melihat sorot mata Pellegrina setelah selesai bercerita, sorot mata yang ditujukan pada Edward.

Tapi keadaan itu tak berlangsung selamanya. Sebuah perjalanan pesiar dengan kapal mengubah perjalanan hidup Edward. Di atas kapal, sebuah pertengkaran terjadi, Edward pun terlempar keluar dari kapal, dan tenggelam ke dasar laut. Berbulan-bulan kemudian, sebuah badai terjadi, dan Edward pun terangkat dari dasar laut, hingga akhirnya dia ditemukan seorang nelayan.

Edward pun dirawat oleh istri sang nelayan dengan penuh kasih sayang. Tapi kemudian, lagi-lagi kejadian aneh membawa Edward ke tempat yang mengerikan, tempat pembuangan sampah, ditemukan seorang gelandangan, lalu dibuang oleh pengawas kereta api, ditemukan lagi oleh seorang wanita dan dijadikan pengusir burung di ladang. Lalu dicuri oleh seorang anak lelaki dan diberikan pada seorang gadis kecil yang sakit.

Hingga akhirnya Edward pun mengalami kejadian yang sangat mengerikan, lebih mengerikan dari yang pernah dilaluinya. Kepalanya pecah berkeping-keping. Namun hidup Edward belum berakhir, dia berhasil diperbaiki oleh seorang ahli pembuat boneka. Bertahun-tahun Edward tinggal di toko boneka tersebut, menunggu seseorang yang akan membawanya pulang ke rumah.

Katanya sih ini novel anak-anak. Tapi lah kog sedih banget sih ceritanya. Memang inti ceritanya sih bagus, tentang belajar mengasihi. Belajar bahwa sekalipun kehilangan orang yang dikasihi, namun tak boleh membekukan hati. "Kau harus punya kemauan. Kau harus dipenuhi harapan. Kau harus ingin tahu siapa yang akan menyayangimu, siapa yang akan kau sayangi selanjutnya", ini adalah kata-kata sebuah boneka tua yang diletakkan disebelah Edward, sewaktu dia ditaruh di rak di toko boneka. Waktu itu, Edward sudah sangat putus asa, dan menjadi tak peduli.

Untungnya..... akhirnya sih bahagia, hehehehe!

Buku ini juga dihiasi ilustrasi-ilustrasi cantik oleh Bagram Ibatoulline. Beberapa berwarna malah. Buku yang cantik sekali. Cuma memang kesannya agak sedih, mengharukan gitu sih. Tapi aku suka! Buku ini juga dapat penghargaan Boston Globe Horn Book Award for Fiction.

6 comments:

Anonymous 12/11/2006 05:19:00 PM  

hehehe ini buku yang aku hadiahkan ke seseorang yang sedang patah hati sabtu kemaren. Keliatane pas ya...pikiran pertama seh mo ngasih Norwegian Wood tapi aku pikir-pikir kok malah aneh hehehe. Trus Browsing di toko buku eh ketemu yang temanya lumayan mengena hehehe....ternyata udah di review ma kobo. Gambarnya bagus banget aku suka banget, pa lagi gambar waktu si edward di pangku ma gelandangan dan anjingnya, mengharukan banget...kesimpulannya..layak dikoleksi hehehe

Duma 12/11/2006 05:40:00 PM  

untung gak jadi ngasi norwegian wood... abis isinya... lah kog bunuh diri sih? wekekekkeke

buku ini.. hiks.. sedih banget... untung akhirnya happy ending,gak jadi marah deh
(tadinya dah mo murka, gara-gara kog si Edward dah tobat kog gak bahagia-bahagia juga?? apalagi pas dia dilempar ama pemilik restoran ampe kepalanya pecah 21 keping...... nangis sinetron....... eh, gak ding, nangis betulan kog, hehehe)

Anonymous 12/12/2006 03:14:00 PM  

iya..bagus banget buat yang sedang merasa kecewa dan tidak dicintai..huehehehe daleeeem

Duma 12/12/2006 03:22:00 PM  

cuma bingung, ini buku apa emang cocok buat anak-anak yah?

kayaknya keberatan deh, hehehehe

'merasa kecewa dan tidak dicintai.."
huah... berat... berat...

tapi Edward kan awalnya bukan gak dicintai, tapi dia tuh, punya hati yang beku seperti es, hehehe

YulibeaN 6/21/2008 12:23:00 PM  

hehehe....aku terharu lagi baca kisah ini sayang....

Anonymous 7/17/2008 02:47:00 PM  

Q pingin banget punya bukunya cz keliatannya critanya bagus bgt!!!!!!!!!!! tpi belum kesampaian.


mang dah jd buku impian temenQ
ptma bc resensinya dr bobo dah t'tarik . ^_^

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP