Tuesday, December 26, 2006

The Harsh Cry of The Heron

Judul : The Harsh Cry of the Heron
Pengarang : Lian Hearn (c) 2006
Penerjemah : Febry E.S.
Penerbit : Matahati (Desember 2006)
Tebal : 744 halaman ; 20,5 x 13,5 cm

Buku keempat kisah Klan Otori karya Lian Hearn. Semula dimaksudkan untuk dijadikan trilogi, namun ternyata sang pengarang tak mampu mengatasi dorongan menulis kembali lanjutan kisah Otori Takeo dan klannya.

Reaksiku sewaktu buku ini tiba di mejaku : wah... gile, tebal juga! 744 halaman! ck ck ck... jauh 2 kali lipat tebalnya dari buku-buku sebelumnya, yang rata-rata gak sampe 400 halaman itu. Sampul kuningnya, terus terang aku kurang suka sih, paling suka sampul pertama yang merah itu.

Dalam buku ini, diceritakan tentang Lord Otori Takeo, yang setelah mengalahkan Arai dengan bantuan gempa bumi, sekarang menjadi penguasa kawasan Tiga Negara. Dikaruniai 3 orang putri, dan bersama istrinya, Kaede, kawasan Tiga Negara mengalami 15 tahun masa-masa kejayaan. Rakyatnya makmur, tidak ada peperangan.

Tapi, akankah keadaan itu bertahan lama? Keluarga Kikuta dari kaum Tribe, yang kini dipimpin oleh Akito, tak henti-hentinya berusaha membunuh Takeo. Namun ramalan kematian Takeo, membuat Takeo yakin dirinya aman dari kematian, kecuali di tangan anak laki-lakinya. Rahasia ramalan ini hanya diketahui segelintir orang, termasuk Shizuka, Kenji, dan Ishida, tabib yang akhirnya menikah dengan Shizuka.

Putri kembar Takeo sendiri juga menimbulkan masalah tersendiri. Dalam pandangan masyarakat yang menganggap anak kembar sebagai pertanda buruk, kedua anak tersebut, yang juga mempunyai kemampuan Kikuta, hidup dengan tekanan perasaan yang ikut membentuk karakter keduanya menjadi sulit diatur. Kakak sulung mereka sendiri tak memiliki kemampuan Kikuta, dia hanya seorang gadis biasa, yang sangat cerdas dan cantik.

Cerita terus bergulir, tentang penghianatan oleh adik iparnya, pertemuan dengan seseorang dari masa lalu, dan kemampuan-kemampuan Tribe yang sangat mengejutkan, muncul dalam karakter-karakter keturunan Takeo.

Peperangan tak terhindarkan juga di buku ini. Takeo ternyata tak direstui oleh Kaisar penguasa Delapan Pulau, sang putra keturunan Dewi Matahari.

Terus terang, kadang agak ribet sih, karena banyak banget tokohnya, tapi yah seperti biasa, aku berusaha gak terlalu memperdulikan para karakter pembantu, biar gak puyeng, hehehehe. Secara keseluruhan sih, menurutku, buku keempat ini mampu mengobati kekecewaan yang terjadi di buku kedua dan ketiga. Ending yang bagus!

(ternyata gak tahan juga libur posting lama-lama, hehehehe, abis ternyata persiapan pindah kantor, gak terlalu menyita waktu jadi bisa posting juga nih, hihihihi)

4 comments:

Anonymous 12/27/2006 10:43:00 PM  

Bagus ya?
Pengen tahu anak2nya Takeo punya kemampuan apa..

Jadi pengen beli, tapi kok tebel ya? ... dan errr... mahal :(
bulan depan aja deh :)

Duma 12/28/2006 05:38:00 PM  

ho oh (duh seneng nih, akhirnya bisa masuk blogger, huah.....)

Anak-anak kembar takeo doang yang punya kemampuan Kikuta, anak sulungnya gak tuh. Tapi tetep keren.... cewek-cewek jagoan tuh... aku suka ^.^

Anonymous 2/24/2007 10:35:00 PM  

wah, aku dah beli tapi blum sempet baca sampe skarang. Hehe..

AKhirnya tamat juga yah?

Duma 2/25/2007 11:13:00 AM  

kalau tentang Takeo sih memang udah tamat, tapi Lian Hearn mau keluarin buku baru lagi, prekuel nya Klan Otori, cerita tentang Lord Otori dan ada juga cerita ayahnya Takeo gitu.

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP