Monday, May 22, 2006

Born Blue

Judul : Terlahir Sedih (Born Blue)
Pengarang : Han Nolan
Penerbit : Serambi
Tebal : 378 halaman

Janie, terlahir sebagai seorang anak yang dikaruniai bakat luar biasa dalam menyanyi. Suaranya yang indah dan kuat, terdengar seperti suara orang dewasa. Dia bercita-cita ingin menjadi penyanyi terkenal seperti penyanyi pujaannya, Etta James.

Di usia balita, Janie hampir tenggelam karena ditelantarkan ibunya yang pecandu obat terlarang. Setelah diselamatkan, Janie pun tinggal bersama orangtua asuh, dan bertemu dengan Harmon James, seorang anak laki-laki yang memperkenalkannya pada musik.

Bersama Harmon, Janie mendengarkan lagu-lagu dari Aretha Franklin, Etta James, Ella Fritzgerald, dan para biduanita kulit hitam lainnya. Setiap mendengar lagu-lagu itu, timbul perasaan aneh dalam diri Janie, dia merasa lapar. Tapi Janie dan Harmon tak berani menyanyi, hingga suatu saat Janie diajak petugas sosialnya bersama Harmon ke gereja orang kulit hitam. Di sana Janie mulai menemukan kesukaannya bernyanyi.

Janie yang berkulit putih, tak menyukai kenyataan tersebut, dan selalu bermimpi bahwa ayahnya seorang afro-amerika. Sayang, kehidupan Janie tak seindah suaranya. Diculik dan dijual oleh ibu kandungnya sendiri untuk mendapatkan narkoba.

Lalu, harus tinggal serumah dengan pengedar narkoba, yang dikiranya ayah dan ibu impiannya. Tertangkapnya orangtua angkatnya oleh polisi, membuat Leshaya, nama yang dipilih oleh Janie untuk menggantikan nama aslinya, menjadi anak terlantar. Leshaya pun memutuskan mencari Harmon, yang sudah diadopsi. Di rumah itu, orangtua angkat Harmon mula-mula menerima Leshaya, tapi tingkah Leshaya sendiri membuatnya sulit untuk diterima.

Dia pun pergi dan mencari tempat dimana Etta James, sang idolanya, pernah merekam suaranya. Di sana, Leshaya yang masih berusia 13 tahun bertemu sekelompok band lokal yang bermain di klub-klub malam. Narkoba dan seks pun dicicipinya di usia yang muda, dan kehamilan tak dapat dihindarkan.

Kesulitan demi kesulitan ditemui Leshaya, padahal, banyak orang yang ditemuinya yang sebenarnya bisa membantunya melepaskan diri dari belitan narkoba. Mungkin memang dia harus seperti ibunya, menjadi pecandu.

Pertemuan kembali dengan Mama Linda yang sudah sekarat akibat AIDS, akankan membawa Leshaya kembali sadar dan berbenah diri? Dan akankah putrinya yang kecil akan harus mengalami lagi kehidupan keras yang dijalaninya, seperti yang dialami ibunya? Buah apel jatuh tak jauh dari pohonnya. Haruskah?

Buku ini adalah karya Han Nolan yang kedua yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Buku lainnya yang sudah pernah terbit adalah Dancing on The Edge (menari di tepian). Dalam sedikit wawancara dengan sang penulis di akhir buku, Han Nolan mengakui, dia sangat menyukai musik, yang gemanya cukup terasa dalam buku ini.

Buku ini ditujukan untuk remaja, dengan tema yang berbeda. Sewaktu baca buku ini, terasa seperti judulnya, blue, B I R U. Cukup bagus sih, gak heran bisa dapat beberapa penghargaan, antara lain Best Book for Young Adults, Junior Library Guild Selection, New York Public Library Book for the Teen Age, dan School Library Journal Best Book of the Year.

0 comments:

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP