Friday, March 24, 2006

Pangeran Pencuri

Judul : Pangeran Pencuri (Herr Der Diebe)
Pengarang : Caroline Funke
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama (2006)
Tebal : 420 halaman

Dua anak yatim piatu, Prosper dan Bo, pergi ke Venesia. Mereka berdua terpesona oleh cerita almarhumah ibu mereka, yang sering menceritakan tentang singa bersayap, dan benda-benda luar biasa lain yang bisa ditemukan di sana. Bo seorang anak yang sangat menggemaskan dengan tampangnya yang seperti malaikat cilik, memikat hati bibinya, yang ingin membesarkannya setelah ibu mereka meninggal, tetapi sang bibi tidak mau menerima Prosper. Karena akan dipisahkan inilah, Prosper akhirnya memutuskan untuk mengajak Bo pergi, dan mereka pun sampai di Venesia, tempat impian mereka.

Setibanya di Venesia, mereka sempat kebingungan, hingga mereka bertemu Tawon, seorang anak perempuan yang juga tinggal di jalanan Venesia. Ternyata, Tawon bersama dua anak lainnya tinggal di sebuah bioskop yang sudah tutup. Mereka berada di bawah pimpinan Pangeran Pencuri, yang nama aslinya Scipio. Tetapi, Scipio tidak tinggal bersama mereka, hanya sekali-sekali berkunjung, membawa barang curian untuk dijual pada Barbarossa, seorang penadah.

Walau tinggal di jalanan, tetapi Prosper tetap berkeras untuk tidak mau mencuri, tetapi Bo memiliki karakter yang berbeda dengan abangnya, sangat memuja si Pangeran Pencuri, dan ingin membantu dalam segala pencurian yang dilakukannya.

Sementara itu, sang bibi mencari Bo dan Prosper, dan menyewa seorang detektif, Viktor, untuk mencari mereka.

Cerita terus bergulir, saat suatu kali Prosper berhasil menjual barang-barang bawaan Scipio, dan mendapatkan uang yang cukup banyak. Saat itu, Barbarossa memberi info kalau seorang bangsawan mencari Pangeran Pencuri, untuk mencuri sesuatu yang sangat rahasia.

Ternyata..... yang harus dicuri adalah....???? Dan Siapakah sebenarnya Scipio? Lalu apa hubungannya komidi putar dengan sayap kayu yang ada di rumah Ida?

Seru juga baca buku ini, membuat aku jadi makin kepengen deh ke Venesia (kapan yah?? hehehe).

Waktu di awal, memang seperti petualangan biasa, tetapi, ternyata, ada misteri yang lebih besar terungkap di bagian akhir.

Kalau baca di beberapa artikel tentang si penulis, beliau ini disandingkan dengan Miss JK Rowling dan Harry Potternya, tapi kog aku sih gak merasa buku ini sejenis dengan Harry Potter. Aku malah merasa waktu baca, lebih mirip suasana yang aku rasa dengan waktu baca buku-buku fantasi nya Astrid Lindgren (Kakak Beradik Berhati Singa, Mio Anakku, Ronya Putri Penyamun), yang walau berisi petualangan dan fantasi, tapi gak bikin adrenalin berpacu cepat kayak Harry Potter. Waktu baca Pangeran Pencuri, aku merasa kayak dibuai gitu, terasa manis dan menghanyutkan ^.^

0 comments:

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP