Monday, February 13, 2006

Pony Mad Princess

Judul : Rahasia Putri Ellie (Princess Ellie's Secret)
Teka Teki untuk Putri Ellie (A Puzzle for Princess Ellie)
Petualangan Besar Putri Ellie (Princess Ellie's Starlight Adventure)
Pengarang : Diana Kimpton
Penerbit : Primamedia Pustaka
Tebal : 85 sampai 93 halaman

Nyambung dari entry sebelumnya yah, masih tentang si Putri Ellie yang gila kuda.

Di buku kedua, Putri Ellie kedatangan seorang tamu, seorang pangeran dari negeri tetangga. Raja dan Ratu sudah berpesan pada Putri Ellie bahwa dia tidak boleh berkuda selama kunjungan keluarga kerajaan tetangga tersebut.
Padahal, saat itu, Putri Ellie dan sahabatnya Kate sedang berniat menyelidiki misteri adanya hantu di hutan dekat istana, tetapi dengan kedatangan Pangeran John, terpaksa kegiatan tersebut ditunda. Ellie sangat sebal, karena dia harus berpakaian anggun dan bertingkah laku sopan.
Tak disangka, Pangeran John ternyata juga sangat menyukai kuda, dan akhirnya bersama-sama mereka bertiga mencari tahu tentang misteri 'hantu' yang ada di hutan tersebut.

Di buku ketiga, kali ini Putri Ellie menghadapi masalah. Kuda poni kesayangannya, seekor kuda poni shetland, sudah terlalu kecil untuknya. Raja dan Ratu, juga Meg, si penjaga kuda, mengusulkan untuk menjual kuda tersebut, karena kuda shetland tidak boleh diam, harus aktif. Kalau kuda shetland hanya diam-diam saja, tidak bergerak, dia akan menjadi gemuk dan sakit.

Putri Ellie sangat sedih dan marah, dan berusaha mencari cara untuk menyelamatkan Shadow, si kuda poni kesayangannya itu. Saat itu, nenek Edwina, adik nenek Putri Ellie, datang. Nenek Edwina seorang yang sangat cerewet dan tukang komentar. Segala sesuatu di istana dikomentari dengan pedas olehnya. Raja dan Ratu sangat takut kalau nenek Edwina datang.

Saat itu, Putri Ellie juga sudah mendapat ide, untuk menjadikan Shadow penarik kereta. Ternyata, kereta yang digunakan Ellie adalah kereta masa kecil Nenek Edwina, dan sewaktu Nenek Edwina melihat kereta tersebut, dia pun terkenang masa kecilnya dan merasa senang, dan akhirnya Shadow pun tak jadi dijual.

Di buku keempat, Putri Ellie mendapat masalah lain lagi. Dia dituduh tidak dapat menjaga kuda-kudanya, sehingga kuda-kuda itu masuk ke kebun milik Ratu dan memakan tumbuh-tumbuhan di situ.

Ellie pun berusaha membuktikan kalau dia tidak bersalah, lalu menemukan seekor kuda poni yang luar biasa.

Ellie menamai kuda itu Starlight, tetapi Raja dan Ratu mengharuskan Ellie mencari pemilik asli si kuda. Ellie sedih sekali, karena dia sudah terlanjur sayang pada Starlight.

Datang seorang laki-laki dengan penampilan yang sangat menyeramkan, mengaku bahwa kuda itu miliknya, tetapi ternyata dia hanyalah seorang pencuri kuda. Starlight dicurinya dari seorang ibu tua, yang akhirnya muncul dan menyelamatkan Starlight dari ancaman diambil oleh si laki-laki jahat. Si Ibu tersebut pun memberikan Starlight pada Ellie.

Baca buku-buku tentang Putri Ellie bikin geli, lucu banget sih. Lagian bahasanya sederhana, bagus deh dibacain ama anak-anak (memang sih, sasarannya kan memang anak umur 8-12 tahun kog, hehehe). Tapi kisah petualangan, kebandelan, dan tulusnya hati Ellie tetap bisa membuat orang dewasa tersenyum. Gak salah kog baca buku anak-anak kan?

0 comments:

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP