Sunday, December 18, 2005

Talking to Dragons



Judul : Talking to Dragons
Pengarang : Patricia C Wrede

Buku keempat dari seri Kisah dari Hutan Pesona. Hehehe, bener-bener aku gak sabar tuh nunggu terjemahannya terbit, hihihihi,akhirnya selesai juga nih bacanya.

Ternyata buku ini adalah cerita tentang anak Cimorene dan Mendabar, yang diberi nama Daystar.

Pada buku ketiga, diakhir cerita, setelah pedang milik Raja Hutan Pesona diperoleh kembali oleh Cimorene dan rombongan itu (Cimorene, Morwen dan Telemain beserta kucing, kelinci dan seorang penyihir api) kembali ke Hutan Pesona, ternyata istana Raja Hutan Pesona sudah dikuasai oleh para penyihir. Tetapi akhirnya Kazul berhasil memakan ketua perkumpulan penyihir, Zemenar, namun tetap saja, sang penyihir tersebut sempat membuat perisai pelindung yang membuat istana tidak dapat dimasuki siapapun. Perisai pelindung tersebut hanya dapat dibuka oleh sang pembuat mantra atau dengan menggunakan Pedang Sakti milik Raja Hutan Pesona. Sayangnya, walaupun Pedang itu sudah ada di tangan Cimorene dan kawan-kawan, tetapi tidak ada yang bisa menggunakannya selain keturunan Raja Hutan Pesona.

Akhirnya, Cimorene pun, yang waktu itu sedang hamil, melarikan diri dari Hutan Pesona untuk bersembunyi dari para penyihir, terutama Antorell, anak Zemenar, yang memiliki dendam pribadi terhadap Cimorene.
Setelah Daystar beranjak dewasa, pada saat dia berusia 16 tahun, akhirnya Antorell dapat menemukan tempat persembunyian mereka, tetapi lagi-lagi Cimorene berhasil mengalahkan Antorell, dan Cimorene pun tahu bahwa saatnya sudah tiba untuk Daystar membebaskan ayahnya.

Lalu Cimorene mengambil Pedang Sakti yang dia sembunyikan selama ini dan memberikannya pada Daystar dan menyuruh Daystar untuk pergi masuk ke Hutan Pesona, tanpa memberitahu apapun tentang tugas yang harus dilakukan Daystar.
Daystar pun menuruti perintah ibunya, masuk ke Hutan Pesona dan menemukan berbagai petualangan yang lucu dan menarik.

Di hutan tersebutlah dia bertemu dengan Shiara, seorang gadis keturunan penyihir api yang tidak pandai menyihir dan naga muda yang agak bodoh yang menjadi teman seperjalanannya. Lalu dia pun bertemu juga dengan Morwen, yang memberikan kepada Shiara salah seekor anak kucingnya. Dan tentu saja, mereka juga bertemu dengan Telemain, yang membantu mereka menunjukkan jalan ke istana yang dijaga oleh Kazul, si Raja Naga. Dalam perjalanan itu pun, beberapa kali Daystar dan kawan-kawan bertemu dengan para penyihir yang berusaha mencuri kekuatan sihir dari Hutan Pesona. Pengalaman-pengalaman yang didapatnya perlahan-lahan membuat Daystar mengerti apa yang harus dilakukannya.

Pada akhirnya, Daystar berhasil juga membebaskan ayahnya dari tawanan para penyihir dan dengan Pedang Sakti di tangan, maka para penyihir tersebut bisa dikalahkan dan Hutan Pesona kembali terlindungi.

Cuma sayang banget, ada beberapa hal yang tadinya aku kira bakal ada di buku keempat ini gak keliatan lagi, yaitu tentang Killer, si kelinci yang terkena banyak sihiran, terus si Brandel Penyihir Api, dan tentang kisah cinta kucing Morwen, Scorn dengan Horatio, tapi kayaknya sih ada deh anaknya, si Quiz (nama panjangnya Grand Inquisitor, hahahaha) yang membawa Daystar dan Shiara menemukan rumah Morwen.

Tapi gimanapun, cerita ini tetap lucu banget, soalnya banyak cerita dongeng yang diputarbalikkan, hihihi, lucu. . . lucu. . . . Favoritku adalah bagian waktu Daystar dan Shiara pertama kali bertemu si naga bego, hahahaha, lucu banget!! Ada putri yang konyol dan bego, ada ksatria yang bingung, terus adegan berantem dengan naganya juga lucu banget. . . Aduh, pokoknya gak rugi deh bacanya, bikin geli, hehehe

1 comments:

Anonymous 1/10/2006 06:21:00 PM  

weyyy...nampaknya asik nih buku

ntar q pinjem ye, kalo narnia dah balik

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP