Tuesday, November 01, 2005

Misi Monster



Judul : Misi Monster (Monster Mission)
Pengarang : Eva Ibbotson
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 312 halaman

Satu lagi cerita fantasi hasil karya Eva Ibbotson. Sampai saat ini udah punya :

  1. Which Witch (Penyihir Mencari Istri)
  2. Dial A Ghost
  3. Ghost to the Rescue
  4. Haunting of Hiram
  5. Secret of Platform 13

Cerita-cerita Eva Ibbotson berkisar pada penyihir, makhluk-makhluk ajaib, anak-anak yang malang tetapi memiliki hati yang baik.

Kali ini, berkisah tentang sebuah pulau ajaib, yang tidak tercantum di peta, secara tidak sengaja terlupakan.

Tetapi, di pulau tersebut, tersimpan rahasia besar, dimana pulau itu adalah tempat tinggal 3 wanita tua dengan ayah mereka. Para wanita tersebut membaktikan diri mereka untuk merawat binatang-binatang yang sakit. Tetapi ternyata yang dirawat bukan hanya binatang biasa, tetapi juga mahkluk-makhluk ajaib, seperti putri duyung, burung boobrie yang disebut-sebut sebagai salah satu jenis burung dodo yang sudah punah, dan juga cacing stoor, naga tidak bersayap yang tinggal di dasar danau di pulau tersebut.

Ketiga wanita ini, mereka sebenarnya adalah 5 bersaudara, tetapi, seorang dari mereka tidak tahan hidup di pulau terpencil yang bau amis tersebut, dan memilih untuk menjalani hidup sebagai manusia biasa dan akhirnya menikahi seorang petugas kantor pajak dan punya dua anak yang menyebalkan, Boo boo dan Mungil. Sedangkan satu orang saudara mereka tinggal di Hongkong dan sedang dipenjara karena memukul koki yang menghidangkan santapan yang dibuat dari hewan langka.

Para wanita yang tertinggal, Etta, Coral dan Myrtle akhirnya menyadari bahwa mereka sudah mulai tua dan harus mulai mencari pengganti mereka untuk meneruskan pekerjaan mulia merawat para makhluk ajaib tersebut. Akhirnya mereka mengambil keputusan untuk menculik anak-anak yang akan dijadikan penerus mereka.

Ketiganya pun menyamar menjadi bibi pengasuh anak, dan akhirnya berhasil menculik 3 orang anak, Fabio, Minette dan Lambert.

Fabio, yang tinggal bersama kakek dan neneknya, dipanggil dengan nama Hubert-Henry, sebenarnya besar di Amerika Selatan bersama ibu dan kakek neneknya dari ibunya, tetapi karena keadaan akhirnya harus tinggal dengan kakek neneknya dari pihak ayahnya, dan bersekolah di sekolah asrama yang mengerikan dan tidak disukainya.

Minette, gadis kecil yang sedih, tinggal berpindah-pindah karena ayah dan ibunya sudah bercerai. Di tempat ayahnya dia harus bersikap dan berdandan sebagai anak yang alim dan kuno, sedangkan ibunya selalu mendandaninya sebagai anak perempuan yang manis dengan baju berenda dan rambut berpita, yang tidak begitu disukainya. Ia selalu berangan-angan dapat tinggal di suatu rumah impian.

Kedua anak ini pada akhirnya senang tinggal dan bekerja di pulau terpencil tersebut.

Tetapi Lambert, anak pengusaha kaya yang manja, merupakan anak yang salah diculik, karena Myrtle, yang waktu itu menjadi bibi pengasuhnya, adalah orang yang paling lembut hati, sehingga waktu Lambert tak sengaja menghirup chloroform yang dibawanya, dia tidak tega meninggalkan anak itu pingsan dan malah membawanya kembali ke pulau.

Penculikan ketiga anak ini akhirnya menjadi kehebohan di London, dan pada akhirnya, ayah Lambert yang kaya dan licik mampu menemukan pulau tersebut, karena Lambert pada akhirnya dapat menemukan ponselnya dan berhasil menghubungi ayahnya itu.

Tetapi, waktu ayah Lambert tiba di pulau dan melihat adanya mahkluk-makhluk ajaib, dia berniat untuk menguasai pulau tersebut, dan akhirnya menangkap semua mahkluk-makhluk itu dan juga para bibi dan kedua anak lainnya.

Pada kejadian itu, sebenarnya ada bayi Kraken, sang penyembuh laut, yang sedang dirawat dan dibesarkan oleh Minette dan Fabio, sementara sang Kraken sendiri berkeliling dunia untuk menyembuhkan laut yang sudah dikotori oleh manusia.

Pada akhirnya, bayi Kraken itu lah yang menyelamatkan mereka semua dengan nyanyiannya yang memanggil ayahnya dari lautan yang jauh.

Minette dan Fabio akhirnya dikembalikan kepada orangtua mereka, tetapi para bibi telah menjadikan mereka menjadi pewaris pulau tersebut.

Sedangkan Lambert dan ayahnya tidak berani menceritakan kejadian yang terjadi karena takut dikatakan orang tidak waras.

Si bayi kraken akhirnya ikut dengan ayahnya mengelilingi dunia untuk menyembuhkan laut.

Ceritanya bagus banget deh, aku suka, karena para bibi tersebut semuanya pencinta lingkungan. Aku suka banget cerita bagaimana para bibi benci nonton televisi dan tidak tahan tidak menangis kalau melihat hutan-hutan ditebangi.

Walaupun cerita ini banyak mahkluk-makhluk seperti hantu, naak (arwah orang yang mati tenggelam), selkie (anjing laut yang bisa berubah menjadi manusia), tetapi ceritanya sama sekali tidak menakutkan, malah lucu dan menghibur. Malah diceritakan kalau para makhluk tersebut lebih mencintai bumi daripada manusia. Kasihan deh manusia… gak bisa menghargai dan menjaga keindahan bumi dan makhluk-mahkluk yang hidup didalamnya.

Seandainya memang Kraken itu benar-benar ada ya, tapi jangan-jangan malah Kraken nya mati kecapekan kali ya karena polusinya udah gak ketulungan…

2 comments:

Anonymous 8/12/2006 08:46:00 PM  

Buku2nya Eva Ibbotson itu emang bagus2 yaakk.. :D

Duma 8/19/2006 01:02:00 PM  

:D bener...
aku koleksi tuh buku-buku Ibbotson yang diterbitkan GPU :)

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP