Wednesday, August 03, 2005

Mitch Albom



Tuesdays with Morrie & Five People You Meet In Heaven

Keduanya adalah novel hasil karya Mitch Albom, seorang reporter olahraga terkenal.

Pada kedua buku tersebut, Albom berkisah tentang kehidupan dan kematian.

Tuesdays with Morrie
(Selasa Bersama Morrie)

Diberi sub judul : Pelajaran tentang Makna Hidup

Dalam kisah ini, Albom bercerita tentang saat-saat terakhir Morrie Schwartz,, dosennya di Harvard, yang menginspirasi nya untuk menjadi seorang reporter.
Tak sengaja pada saat menonton televisi, Albom menyaksikan tayangan tentang Morrie yang terkena penyakit yang menyerang system syarafnya dan melumpuhkan pelan-pelan seluruh tubuh Morrie. Morrie, lelaki yang begitu aktif, yang begitu menikmati hidupnya, terpaksa harus terpenjara dalam tubuh yang lumpuh perlahan-lahan.
Tapi, bukannya menjadi patah semangat dan menangisi nasibnya, Morrie malah bertahan dan berusaha untuk menjalani sisa-sisa hayatnya dengan menghabiskan waktu dikelillingi oleh orang-orang dan hal-hal yang dicintainya.
Walau dengan keterbatasan fisik, Morrie tidak gagal menikmati cinta yang diberikan oleh orang-orang sekitarnya.
Kematian, bukanlah sesuatu yang menakutkan, kematian akan terjadi pada setiap orang, yang menyamakan seluruh umat manusia, miskin, kaya, kulit hitam, kulit putih, apapun namanya, akan dipersamakan oleh Kematian.
Albom, di tengah kegalauan hidupnya, bertemu kembali dengan tutor nya ini dan mendapatkan pelajaran terakhir di penghujung hidup Morrie, pelajaran tentang Makna Hidup.

Five People You Meet in Heaven
(Meniti Bianglala)

Satu lagi karya Mitch Albom, kali ini bercerita tentang kehidupan setelah kematian.
Tapi sebelumnya, mau komentar dikit, tentang judul, kenapa jadi Meniti Bianglala ya?? Bingung deh.. dari mana nih hubungannya, satu-satunya hubungannya dengan cerita yaitu Eddie, sang tokoh utama nya bekerja sebagai pengawas taman hiburan, dan pada akhir hidupnya meninggal saat menyelamatkan seorang anak yang jatuh dari wahana Bianglala dia taman hiburan.
Pada cerita ini, dikisahkan tentang Eddie, seorang lelaki berusia 85 tahun, meninggal pada hari ulangtahunnya yang ke 85, seperti telah diceritakan diatas.
Kemudian…. cerita dimulai, Eddie bertemu dengan 5 orang yang hidupnya dipengaruhi oleh Eddie.
Dimulai dengan sang komandan pasukannya sewaktu perang Vietnam, kemudian si pemilik Rubi Pier yang pertama, lalu istrinya dan terakhir, seorang anak perempuan yang tak sengaja terbunuh pada saat penyerangan di Vietnam.
Aku sih suka baca nya, cuma ada juga yang merasa gak nyaman dengan kisah yang melompat-lompat kali ya? Karena berselang seling, antara kisah Eddie di alam baka, dengan kisah hidup Eddie, mulai dari masa kecilnya, menjadi tentara di perang Vietnam sampai pada akhirnya, dia menjalani pekerjaan sebagai pengurus peralatan di Ruby Pier, taman hiburan tempat dia menjalani hidupnya hingga detik terakhir.
Benar-benar tak disangka, di alam baka, Eddie pada akhirnya mengetahui apa arti hidupnya bagi orang lain.

Weks.. mungkin aku jadi cengeng atau apa ya?? Tapi baca kedua buku ini selalu menimbulkan rasa haru (oops.. jadi malu, hehehe, abisnya waktu baca Tuesday with Morrie, aku sampai menangis Bombay emang, hehehehe )
Tapi yang pasti… membaca kedua buku ini, membuat kita berpikir tentang kehidupan dan kematian, dan menurutku sih, membuat kita tidak lagi menjadi takut pada kematian.

Oo.. jadi kepengen punya buku nya Morrie Schwartz deh, ada nih, diterbitkan ama Mizan,(kapan ya belinya??? Hehehe, abisnya lagi berusaha puasa…. Banyak beli buku belon dibaca, hiks.. hiks.. hiks..). Judulnya : Cahaya Diujung Senja : Menyelami Kearifan Tentang Kehidupan dan Kematian.

Kalau gak salah, baru aja aku baca, oo… dari salah satu bulletin nya Warrior of The Light nya Paulo Coelho :
Quote :
'There is one way for you to know whether you have fulfilled your mission on Earth : if you're still alive it's because you haven't fulfilled it yet.'

3 comments:

Anonymous 4/04/2007 08:03:00 PM  

Waahh.. berarti misi penciptaan gua blm berhasil dilaksanakan donk, makanya masih idup, hehehe.. :)

Duma 4/05/2007 08:36:00 AM  

hi hi, ya indah...

makanya... karena itu, jadi hidup nyantai aja deh... ^.^
wakakakakaka -> filosofi yang sembarangan wakakkakakaa

Anonymous 4/05/2007 11:54:00 PM  

Udah kaya lagunya Sania yg santaaiiii.. santai sajaaa.. masih banyak waktu tersisaaa, hihihihi.. :D

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP