Anak-Anak Gang Buntu No 1

Judul aslinya "Family From One End Street" yang ditulis oleh Eva Garnett tahun 1937.
Ceritanya tentang keluarga Ruggles dengan 7 orang anaknya. Ayahnya, Jo Ruggles
bekerja sebagai petugas pemungut sampah, dan ibunya, Rosie, membuka usaha binatu di rumahnya.
Anak tertua, bernama Lily Rose, seorang anak perempuan yang bertubuh gemuk dan memiliki banyak gagasan di benaknya. Dia dinamai ibunya seperti sebuah lukisan yang dilihat ibu dan ayahnya pada satu perjalanan ke museum, sebelum mereka menikah.
Pada satu bab, diceritakah bagaimana Lily Rose yang ingin memberi kejutan pada ibunya dengan menyetrika cucian yang diterima ibunya, akhirnya malah merusak selendang milik salah satu pelanggan.
Kemudian ada lagi, Kate, anak kedua, yang paling pintar dari keluarga Ruggles. Berkat kecerdasannya, Kate berhasil mendapatkan beasiswa untuk masuk sekolah yang bagus, tetapi hampir saja gagal, karena keluarga mereka tidak mampu untuk membeli perlengkapan untuk sekolah seperti pakaian seragam, tas, dan peralatan olahraga, karena sang ayah ternyata salah mengisi formulir pada bagian jumlah anak, dimana tulisannya dibaca panitia beasiswa sebagai angka 1 padahal sebenarnya adalah 7. Tapi kemudian, pada satu kejadian, Kate, yang dengan rasa bangga nya ingin memamerkan topi barunya pada teman-temannya, akhirnya kehilangan topi itu dan berusaha memutar otak untuk mendapatkan uang supaya bisa membeli kembali topi baru.
Lalu ada si kembar John dan Jim, yang bergabung dengan Kelompok Tangan Hitam, dan kemudian keduanya mencari petualangan untuk bisa diakui sebagai anggota kelompok tersebut. Akhirnya, Jim berhasil mendapatkan petualangan yang cukup mengesankan pada waktu dia mencoba untuk menjadi penumpang gelap pada kapal barang, sementara John secara tak sengaja terbawa oleh sepasang suami istri yang mobilnya dijaga oleh John, dan akhirnya malah berhasil menikmati pesta ulangtahun yang mewah dan mendapatkan pisau belati yang diidam-idamkannya.
Lalu ada si kecil Jo, yang tergila-gila menonton film, terutama Mickey Mouse dan berjuang keras untuk mendapatkan uang supaya bisa menonton di bioskop dan berteman baik dengan penjaga bioskopnya, seorang ibu yang sudah tua. Tapi yang menggelikan adalah bahwa Jo membenci suami ibu tersebut, karena ibu itu punya tiket gratis nonton bioskop sekali sebulan dan dia bisa membawa suaminya menonton. Jo bercita-cita untuk menikah dengan ibu tua itu, supaya bisa nonton bioskop gratis.
Anak paling kecil adalah si bayi William berumur 10 bulan, yang begitu menggemaskan sehingga memenangkan perlombaan bayi sehat sekota mereka, walaupun giginya terlambat tumbuh.
Keluarga Ruggles bisa dibilang miskin, sehingga mereka tidak sanggup untuk pergi berlibur. Cita-cita Jo Ruggles adalah bisa membawa keluarganya untuk nonton pawai kereta hias di London, tapi untuk pergi ke London, dia perlu biaya yang cukup besar untuk ongkos kereta api pulang pergi.
Berkat kejujuran Jo Ruggles, suatu hari dia menemukan amplop berisi uang dari tumpukan sampah yang dia kutip, dan dia mengembalikannya ke pemiliknya. Berkat kejujurannya, Jo akhirnya menerima imbalan yang cukup untuk membawa keluarganya ke London.
Di London, kereta hias adik Jo Ruggles akhirnya memenangkan pawai kereta hias dan mereka sekeluarga ikut arak-arakan pawai kereta hias berkeliling London.
Ceritanya sungguh menarik, sederhana, ringan tapi memikat dan mengharukan. Rasanya gak mau dilepas sampai selesai dan kepengen deh untuk dibaca lagi.
Buku ini mendapatkan penghargaan Carnegie Medal padah tahun 1937. Carnegie Medal adalah salah satu penghargaan untuk buku anak-anak dan remaja di Inggris yang dianggap memiliki keiistimewaan. Juri yang menilai terdiri dari 13 pustakawan yang tergabung dalam Youth Libraries Group of CILIP (Chartered Institute of Library and Information Professionals). Keistimewaan buku ini adalah pada periode tersebut, kebanyakan buku anak-anak menceritakan tentang anak-anak dari keluarga yang cukup berada sementara buku ini berani menceritakan tentang kehidupan keluarga yang tidak mampu untuk menikmati berbagai fasilitas dan kemewahan.
1 comments:
Niat ulang baca nih buku blm kesampean tapi kesan yg masih teringat adl nih buku bagus dhe aww..!!
Post a Comment